
Atap UPVC yang bocor bisa mengganggu aktivitas dan berisiko merusak bagian bangunan di bawahnya. Air yang masuk melalui celah atau sambungan atap juga bisa membuat plafon, rangka atau area interior menjadi lembap. Karena itu, Anda perlu segera mencari sumber kebocoran sebelum kerusakan meluas.
Cara mengatasi atap UPVC yang bocor perlu dimulai dengan memeriksa area yang mengalami kebocoran. Perhatikan sambungan lembaran, posisi sekrup, dan bagian pertemuan atap yang berpotensi menjadi jalur masuk air. Setelah mengetahui sumber masalah, lakukan perbaikan sesuai kondisi atap agar kebocoran tidak kembali terjadi.
💡 Butuh inspirasi atap UPVC atau ingin berkonsultasi langsung dengan tim DR.SHIELD?
Apa yang Harus Dilakukan Saat Atap UPVC Bocor?
Pada sistem DR.SHIELD, kebocoran atap umumnya berkaitan dengan kesalahan pemasangan atau improper installation. Karena itu, cara mengatasi atap UPVC yang bocor perlu dimulai dari pemeriksaan teknis. Pastikan setiap bagian terpasang sesuai sistemnya sebelum menentukan tindakan perbaikan.
Periksa Jarak Overlap Antar Lembar Atap
Jarak overlap berperan penting untuk mencegah air masuk melalui sambungan antar lembar. Pada tipe Twin Wall RF 1065, Twin Wall OD 760, Twin Wall OD 860 dan Single Wall OD series, jarak overlap atas-bawah perlu mencapai minimal 30 cm. Jarak yang terlalu pendek bisa meningkatkan risiko air tampias masuk, terutama saat hujan deras yang disertai angin.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan overlap belum mencapai ketentuan, lakukan penyesuaian pada pemasangan lembaran. Jangan hanya menutup bagian sambungan dari luar tanpa memperbaiki posisi overlap. Perbaikan pada struktur sambungan menjadi langkah tepat untuk mengatasi sumber masalah.
Pastikan Sistem Interlock Terpasang dengan Tepat

DR.SHIELD menggunakan desain gelombang samping dengan sistem interlock (interlocking system & pressure release system) yang membuat lembaran saling mengunci dengan optimal. Sistem ini membantu mencegah air masuk jika kedua lembar terpasang dengan posisi yang tepat. Sambungan yang tidak terkunci sempurna menciptakan celah yang memungkinkan air masuk ketika hujan.
Periksa apakah gelombang samping antar lembar sudah bertemu dan saling mengunci dengan rapat. Jika posisinya tidak tepat, lakukan penyesuaian pemasangan. Hindari memaksakan lembaran agar terkunci karena tekanan yang tidak tepat dapat memengaruhi kondisi material dan sambungan.
Baca Juga: Sekrup Atap UPVC DR.SHIELD: Rahasia Atap Awet dan Bebas Bocor
Periksa Sekrup dan Roof Seal Set

Sekrup menjadi salah satu titik yang perlu diperiksa ketika terjadi kebocoran. Pengencangan yang terlalu kuat atau over-tightening memberikan tekanan berlebih pada material. Kondisi ini memicu keretakan halus di sekitar lubang sekrup yang kemudian menjadi jalur rembesan air.
Jika sekrup mengalami kerusakan akibat pengencangan berlebih, gunakan Roof Seal Set (RSS) baru yang sesuai. Saat memasangnya, pastikan sekrup terpasang tanpa pengencangan berlebihan.
Gunakan Roof Seal Set Twin Wall 10 cm pada Sambungan Kritis
Sambungan dengan tiga lembar atau lebih memiliki kondisi yang berbeda karena terdapat lebih banyak lapisan material. Pada area overlap yang menumpuk tiga lembar atau lebih, gunakan Roof Seal Set TW (Twin Wall) 10 cm. Komponen ini juga digunakan pada sambungan antar lembaran atap dan nok atau top ridge.
Penggunaan RSS yang sesuai juga membantu menjaga sambungan tetap rapat. Jangan mengganti komponen tersebut dengan ukuran yang tidak sesuai karena kondisi sambungan bisa berubah dan meningkatkan risiko kebocoran. Perhatikan juga posisi setiap lembar agar seluruh lapisan bertemu dengan tepat.
Periksa Pemasangan Nok atau Top Ridge

Bagian nok atau top ridge menjadi salah satu area yang perlu diperiksa ketika kebocoran muncul di puncak atap. Pastikan terdapat minimal satu gelombang interlocking yang terpasang dengan tepat antara lembaran atap bagian bawah dan aksesori nok. Posisi yang tidak tepat juga menciptakan celah pada area puncak.
Periksa juga sambungan baut pada bagian nok dan gunakan RSS TW 10 cm sesuai sistem pemasangannya. Pastikan aksesori dan lembaran bertemu dengan presisi sehingga tidak meninggalkan celah yang dapat menjadi jalur masuk air.
Bedakan Kesalahan Pemasangan dan Cacat Material
Kebocoran tidak selalu menunjukkan adanya kerusakan pada material atap. Kebocoran akibat improper installation masuk dalam kategori isu pemasangan/non garansi. Kondisi ini bisa berkaitan dengan ketidaksesuaian pemasangan pada sambungan, sekrup, overlap, atau bagian lain dari sistem atap.
Di sisi lain, keretakan struktural atau kondisi material yang menjadi getas sebelum waktunya dapat menjadi indikasi kategori potensi garansi. Penentuan kategori tidak cukup berdasarkan tampilan kebocoran saja. Produsen perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah masalah berasal dari material atau proses pemasangan.
Ajukan Komplain Jika Diduga Cacat Material
Jika terdapat indikasi cacat material, pemilik proyek bisa mengajukan komplain melalui formulir digital resmi RTF. Siapkan data pembelian, termasuk nama, nomor telepon, alamat proyek, jenis produk, varian, warna, jumlah material, dan tanggal pembelian. Sertakan pula salinan faktur atau nota pembelian asli.
Dokumentasikan foto dan video juga perlu menunjukkan titik kebocoran atau keretakan secara jelas. Sertakan kondisi rangka, jarak gording, dan pemasangan sekrup agar tim teknis bisa memperoleh gambaran kondisi lapangan.
Jika terbukti terjadi cacat produksi, produsen akan mengganti unit yang rusak sesuai dengan ketentuan garansi. Jika penyebabnya adalah kesalahan pemasangan, maka pengajuan klaim tidak dapat diterima oleh produsen.
Baca Juga: Cara Pasang Atap UPVC yang Benar: Panduan Lengkap agar Awet dan Tidak Bocor
Penyebab Atap UPVC Bisa Bocor

Atap UPVC dapat mengalami kebocoran karena berbagai faktor. Masalahnya tidak selalu berasal dari lembaran atap. Kondisi konstruksi, proses pemasangan, hingga penanganan material juga memengaruhi kinerja atap. Dengan memahami penyebabnya, Anda dapat menentukan langkah pencegahan yang lebih tepat dan mengurangi risiko kebocoran di kemudian hari.
Kesalahan Pemasangan Atap
Pemasangan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan atap UPVC dalam menahan air hujan. Pekerjaan yang tidak mengikuti prosedur teknis menciptakan kondisi yang membuat sistem atap kurang optimal. Kesalahan ini bisa terjadi sejak penempatan lembaran, penyesuaian dengan rangka, hingga pemasangan aksesoris pendukung.
Konstruksi dan Kemiringan Atap Tidak Sesuai
Konstruksi atap juga memengaruhi bagaimana air hujan mengalir di atas permukaan UPVC. Atap membutuhkan rangka dengan posisi dan susunan yang tepat agar lembaran bisa terpasang stabil. Jika konstruksi kurang sesuai, permukaan atap dapat mengalami kondisi yang menghambat aliran air. Kemiringan yang tidak memadai juga membuat air lebih lama berada di permukaan atap.
Kerusakan pada Material Atap
Lembaran atap UPVC dapat mengalami kerusakan akibat berbagai kondisi selama masa penggunaan. Benturan, tekanan yang tidak sesuai, atau penanganan material yang kurang tepat memengaruhi kondisi permukaannya. Kerusakan ini bisa berkembang menjadi retakan atau bagian yang lebih lemah sehingga air dapat masuk.
Penanganan Material yang Kurang Tepat
Kondisi material sebelum pemasangan juga perlu diperhatikan. Proses pemindahan, penyimpanan, atau penanganan yang kurang tepat dapat memberikan tekanan atau benturan pada lembaran UPVC. Kerusakan yang muncul sejak tahap ini mungkin tidak bisa langsung terlihat, tetapi bisa berkembang setelah material terpasang.
Aktivitas di Atas Atap
Aktivitas pekerjaan di atas atap memberikan tekanan pada lembaran atap UPVC. Menginjak atau menempatkan beban pada area yang tidak dirancang untuk aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan. Dampaknya tidak selalu langsung terlihat dan bisa baru muncul setelah atap kembali terkena hujan.
Detail Pertemuan Atap dengan Bagian Bangunan Lain
Atap tidak berdiri sendiri. Lembaran UPVC dapat bertemu dengan dinding, nok, atau elemen konstruksi lainnya. Setiap pertemuan memiliki detail konstruksi yang berbeda dan membutuhkan perencanaan yang tepat. Jika detail ini kurang sesuai, area pertemuan dapat menjadi titik yang lebih rentan terhadap masuknya air.
Baca Juga: Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Atap UPVC agar Awet dan Tahan Lama
Cara Mencegah Atap UPVC Bocor Kembali
Mencegah atap UPVC bocor kembali membutuhkan pemeriksaan dan perawatan secara rutin. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Pastikan pemasangan sesuai prosedur: Gunakan tenaga pemasang yang memahami sistem atap UPVC dan ikuti ketentuan teknis produk.
- Periksa kondisi atap secara berkala: Cek permukaan lembaran, sambungan, sekrup, dan komponen pendukung untuk menemukan potensi masalah sejak awal.
- Jaga kebersihan atap: Bersihkan daun, ranting, debu, dan kotoran yang dapat menghambat aliran air hujan.
- Periksa atap setelah cuaca ekstrem: Lakukan pengecekan setelah hujan deras atau angin kencang untuk memastikan tidak ada kerusakan atau perubahan posisi komponen.
- Gunakan komponen yang sesuai: Saat melakukan perawatan atau penggantian komponen, gunakan aksesori yang sesuai dengan sistem atap UPVC.
- Tangani kerusakan sejak awal: Jangan menunggu sampai air menetes. Segera lakukan pemeriksaan jika menemukan retakan, perubahan posisi lembaran, atau bagian yang terlihat tidak normal.
Kebocoran pada atap UPVC tidak selalu berarti materialnya bermasalah. Kesalahan pemasangan, kondisi penanganan yang kurang tepat dapat menjadi penyebabnya. Karena itu, lakukan pemeriksaan pada sumber masalah sebelum menentukan langkah perbaikan. Perawatan dan pemeriksaan rutin juga membantu menjaga performa atap jangka panjang.
Jika Anda membutuhkan atap UPVC untuk proyek dengan kebutuhan konstruksi yang tepat, pastikan memilih produk dan sistem pemasangan yang sesuai. Konsultasikan kebutuhan atap proyek Anda bersama tim DR.SHIELD untuk mendapatkan informasi produk, spesifikasi, dan solusi yang sesuai dengan kondisi bangunan Anda.
FAQ
Apakah atap UPVC bisa bocor setelah digunakan dalam waktu lama?
Bisa. Kebocoran dapat muncul akibat perubahan kondisi pada sistem atap, kerusakan komponen, aktivitas di atas atap, atau faktor lain selama masa penggunaan. Karena itu, pemeriksaan berkala tetap diperlukan meskipun atap sudah terpasang dengan baik.
Apakah hujan deras dapat menyebabkan atap UPVC bocor?
Hujan deras tidak otomatis membuat atap UPVC bocor. Namun, hujan yang disertai angin kencang dapat meningkatkan tekanan pada sistem atap dan membuat air lebih mudah mencapai bagian yang memiliki celah atau masalah pemasangan.
Apakah kebocoran kecil pada atap UPVC boleh dibiarkan?
Sebaiknya tidak. Kebocoran kecil dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem atap. Jika dibiarkan, air dapat terus masuk dan memengaruhi bagian bangunan di bawahnya. Pemeriksaan sejak awal membantu mencegah kerusakan berkembang.




