Seberapa Penting Jarak Gording terhadap Kekuatan Atap? Ini Penjelasannya

jarak gording atap

Banyak orang memilih material atap dengan teliti, tapi melupakan satu elemen penting: jarak gording. Padahal, jarak gording atap ikut menentukan seberapa kuat dan tahan lama sebuah atap menahan beban sehari-hari.

Sayangnya, kesalahan menentukan jarak gording sering baru terasa setelah Anda memasang atap, misalnya saat atap melendut atau bocor di musim hujan pertama. Artikel ini membahas alasan jarak gording memengaruhi kekuatan atap, dampak jika ukurannya salah, faktor yang menentukan jarak ideal, hingga rekomendasi jarak gording atap UPVC DR.SHIELD yang tepat.

💡 Butuh inspirasi atap UPVC atau ingin berkonsultasi langsung dengan tim DR.SHIELD?

Seberapa Penting Jarak Gording terhadap Kekuatan Atap?

Gording adalah rangka horizontal yang menopang lembaran penutup atap. Setiap lembaran atap punya batas bentang, yaitu jarak maksimal yang bisa ditahan tanpa melengkung. Jarak gording atap menentukan seberapa panjang bentang tersebut.

Gording bertugas mendistribusikan beban dari permukaan atap ke seluruh rangka di bawahnya. Beban ini mencakup berat material atap, air hujan yang menggenang, tekanan angin, hingga beban tambahan saat seseorang naik ke atap. Semakin lebar jarak antar gording, semakin besar tekanan yang harus ditahan satu lembaran atap sendirian.

Jarak gording atap yang presisi juga memperkuat titik sekrup. Gording yang tersusun dengan jarak tepat memberi tumpuan kokoh di tiap titik sekrup, sehingga lembaran atap tidak mudah bergeser saat menghadapi angin kencang atau perubahan suhu.

Dari ketiga hal di atas, jarak gording atap bisa dibilang sama pentingnya dengan kualitas material atap itu sendiri. Material terbaik sekalipun akan cepat rusak jika dipasang di atas rangka dengan jarak gording yang salah, sementara jarak gording yang tepat membuat atap bertahan sesuai umur pakai yang seharusnya.

Baca Juga: Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Atap UPVC yang Bocor

Apa Dampaknya Jika Jarak Gording Tidak Sesuai?

Jarak gording yang terlalu lebar membuat lembaran atap kehilangan tumpuan yang cukup di bagian tengah. Bagian ini paling rentan melengkung, terutama saat menampung genangan air hujan atau beban tambahan lainnya. Lendutan yang terus berlanjut akan mengubah bentuk lembaran secara permanen.

Rangka yang jarang juga membuat atap lebih mudah bergetar saat hujan deras atau angin kencang. Getaran yang berulang lama-kelamaan mengendurkan titik sekrup dan memicu retak halus, yang sering menjadi titik awal munculnya kebocoran. Selain itu, jarak gording atap yang tidak presisi membuat permukaan atap terlihat bergelombang dan kurang rapi.

Kombinasi lendutan, getaran, dan kebocoran ini pada akhirnya memendekkan umur atap. Di sisi lain, memasang gording terlalu rapat juga bukan solusi, karena hanya menambah biaya rangka tanpa manfaat struktural tambahan. Jarak gording atap yang ideal selalu mengacu pada spesifikasi teknis tiap tipe material.

Faktor yang Menentukan Jarak Gording Atap

Beberapa faktor berikut menentukan jarak gording atap yang tepat:

  • Tipe dan profil material atap: Setiap material punya ketebalan, bentuk gelombang, dan kekuatan lembaran yang berbeda. Karena itu, jarak gording yang aman pada satu tipe belum tentu berlaku untuk tipe lainnya.
  • Spesifikasi teknis produsen: Produsen biasanya menentukan jarak gording maksimal untuk setiap produknya. Gunakan spesifikasi tersebut sebagai acuan utama, dan hindari menyamaratakan jarak gording untuk semua jenis atap.
  • Jenis rangka: Besi hollow, baja ringan, dan kayu punya karakteristik kekuatan yang berbeda. Pilih jenis rangka sesuai dengan beban yang harus ia topang.
  • Sudut kemiringan atap: Kemiringan yang terlalu landai bisa menghambat aliran air hujan. Kondisi ini meningkatkan risiko genangan dan menambah beban pada lembaran atap, sehingga Anda juga perlu memperhitungkan kemiringan atap.
  • Beban tambahan: Curah hujan tinggi bisa menambah beban pada struktur atap, dan Anda juga perlu memperhatikan aktivitas perawatan jika seseorang perlu naik ke atas atap.

Baca Juga: Sudut Kemiringan Atap UPVC Berapa Derajat? Ini Rekomendasi Idealnya

Jarak Gording Atap UPVC DR.SHIELD yang Tepat?

jarak gording genteng
jarak gording genteng
jarak gording twin wall
jarak gording twin wall
Jarak gording single wall
jarak gording single wall

Penentuan jarak antar gording atau CNP support distance merupakan bagian penting dalam pemasangan atap UPVC DR.SHIELD. Jarak maksimalnya berbeda berdasarkan tipe profil dan ketebalan lembaran atap. Berikut rekomendasi jarak gording untuk setiap tipe:

  • Twin Wall — RF 1065, RF 1065 ASA, OD 760, dan OD 860 memiliki jarak antar gording maksimal 120 cm (1,2 meter).
  • Single Wall — RF 1050, RF 750 ASA, OD 880 Greca, OD 750 Trimdeck, dan OD 1000 Trimdeck memiliki jarak antar gording maksimal 75 cm (0,75 meter).
  • Genteng UPVC RF 960 Tile ASA — jarak antar gording harus mengikuti ukuran presisi 66 cm (660 mm).

Perbedaan jarak tersebut menyesuaikan karakteristik dan struktur setiap profil atap. Karena itu, saat memasang gording, ikuti spesifikasi teknis produk agar struktur atap tetap sesuai dengan standar pemasangan.


Jarak gording atap yang tepat adalah investasi kecil dengan dampak besar untuk kekuatan dan umur atap Anda. Daripada Anda menebak-nebak ukurannya sendiri, konsultasikan kebutuhan rangka atap Anda dengan tim DR.SHIELD agar sesuai spesifikasi teknis dan tetap bergaransi.

FAQ

Apakah jarak gording yang sama berlaku untuk semua jenis atap, seperti genteng beton, metal, atau asbes?

Tidak. Setiap material punya bobot dan kekuatan lembaran berbeda, sehingga jarak gording yang aman untuk atap metal belum tentu sama dengan genteng beton atau UPVC. Selalu cek spesifikasi teknis dari produsen masing-masing material.

Apakah jarak gording yang salah bisa membatalkan garansi atap?

Iya, DR.SHIELD menetapkan pemasangan yang tidak mengikuti spesifikasi teknis resmi, termasuk jarak gording yang tidak sesuai standar, sebagai salah satu penyebab yang bisa memengaruhi bahkan membatalkan masa berlaku garansi.

Bisakah jarak gording diperbaiki setelah atap terpasang?

Bisa, tapi prosesnya lebih rumit dan mahal dibanding menentukan jarak gording yang tepat sejak awal, karena Anda harus melepas lembaran atap terlebih dahulu untuk menambah atau menggeser posisi rangka.

Butuh Bantuan? Chat Kami