
Renovasi atap sering dilakukan ketika material lama mulai mengalami penurunan kondisi atau bangunan membutuhkan pembaruan. Dalam proses ini, penggunaan material atap bisa menjadi salah satu bagian dari pekerjaan renovasi. Kondisi atap lama juga perlu diperhatikan karena berkaitan dengan pekerjaan pembongkaran dan persiapan sebelum pemasangan material baru.
Penggunaan atap UPVC pada bangunan yang sudah memiliki atap lama juga bisa menimbulkan pertanyaan mengenai proses renovasinya. Pembahasan ini penting karena pemasangan material atap baru berkaitan dengan kondisi konstruksi, struktur rangka, dan ketentuan pemasangan produk. Lalu, bisakah atap UPVC dipasang di atas atap lama? Simak penjelasannya berikut ini.
💡 Butuh inspirasi atap UPVC atau ingin berkonsultasi langsung dengan tim DR.SHIELD?
Bisakah Atap UPVC Dipasang di Atas Atap Lama?
Atap UPVC tidak direkomendasikan untuk dipasang di atas atap lama. Pemasangan perlu dilakukan setelah atap lama dibongkar agar area kerja dan rangka bisa diperiksa secara menyeluruh. Langkah ini membantu memastikan pemasangan mengikuti ketentuan produk dan konstruksi sesuai untuk pekerjaan renovasi.
Pembongkaran atap lama juga membantu menemukan bagian yang mengalami kerusakan sebelum pemasangan dimulai. Rangka yang korosi, sambungan yang melemah, atau bagian konstruksi yang bermasalah bisa terlihat dengan lebih jelas. Dengan begitu, pekerjaan pemasangan atap UPVC bisa dilakukan pada kondisi konstruksi yang sudah dipersiapkan dengan baik.
Apa Risiko Memasang Atap UPVC di Atas Atap Lama?
Memasang atap UPVC di atas atap lama tidak hanya sekadar menambahkan satu lapisan material pada bangunan. Susunan ini bisa memengaruhi kondisi panas di bawah atap, perubahan bentuk material, beban yang diterima hingga kemampuan struktur bangunan untuk menopang sistem atap. Jika kondisi ini tidak sesuai dengan karakteristik konstruksi, kinerja atap UPVC dapat terganggu.
Panas Bertumpuk di Bawah Atap
Atap lama yang berada di bawah atap UPVC menciptakan ruang di antara dua lapisan atap. Panas yang diterima lapisan atas kemudian terakumulasi pada ruang tersebut dan membuat suhu di bawah atap meningkat. Kondisi ini berbeda dengan pemasangan atap UPVC pada konstruksi yang sudah dipersiapkan sesuai ketentuan.
Penumpukan panas juga perlu diperhatikan karena suhu yang tinggi dan berlangsung terus-menerus memengaruhi kondisi material. Karena itu, mempertahankan atap lama sebagai lapisan di bawah atap UPVC bukan pilihan tepat untuk mendapatkan sistem atap secara optimal.
Baca Juga: Biar Tidak Cepat Rusak, Ini Cara Merawat Atap UPVC yang Benar
Atap UPVC Berisiko Mengalami Deformasi
Akumulasi panas di bawah atap meningkatkan risiko perubahan bentuk pada material UPVC. Deformasi juga membuat permukaan atap tidak lagi mempertahankan bentuk sebagaimana mestinya. Jika perubahan bentuk terjadi, posisi dan tampilan lembaran atap juga ikut berpengaruh.
Kondisi ini semakin berisiko ketika material menerima panas dalam waktu lama. Oleh karena itu, pemasangan atap UPVC perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan konstruksi sesuai ketentuan produk, bukan menempatkannya di atas lapisan atap lama.
Beban pada Rangka Bertambah
Ketika atap lama tetap berada pada bangunan, pemasangan atap UPVC menambahkan lapisan material baru di atas konstruksi yang sudah ada. Artinya, rangka ini harus menopang beban dari sistem atap lama dan juga atap baru. Beban tambahan ini juga memengaruhi kemampuan rangka untuk mempertahankan kestabilan konstruksi.
Rangka yang sejak awal dirancang untuk menopang satu sistem atap belum tentu sesuai untuk menerima tambahan beban. Karena itu, mempertahankan atap lama memberikan beban yang tidak diperlukan pada rangka. Pembongkaran atap lama sebelum pemasangan membantu menghindari penumpukan beban dari dua lapisan material.
Pondasi Tembok Tidak Kuat Membuat Atap Tidak Tertopang dengan Baik
Rangka atap bekerja sebagai bagian dari sistem konstruksi yang saling terhubung dengan struktur bangunan. Beban dari atap pada akhirnya diteruskan melalui tumpuan menuju struktur di bawahnya. Jika pondasi atau struktur tembok tidak memiliki kekuatan yang memadai, sistem ini tidak bisa menopang beban atap dengan baik.
Tambahan lapisan atap lama dan atap UPVC memperbesar beban yang harus diterima struktur. Kondisi ini semakin penting pada bangunan yang memiliki struktur lama atau kemampuan tumpuan yang terbatas. Oleh karena itu, pemasangan atap UPVC perlu dilakukan pada konstruksi yang telah dipersiapkan dengan baik.
Solusi Pemasangan Atap UPVC pada Bangunan dengan Atap Lama?

Jika bangunan masih memiliki atap lama, bongkar terlebih dahulu sebelum memasang atap UPVC. Setelah itu, periksa kondisi rangka untuk memastikan tidak mengalami kerusakan dan masih mampu menopang atap. Rangka lama hanya bisa digunakan jika kondisi dan ukurannya memenuhi standar instalasi DR.SHIELD.
Perhatikan juga kemiringan atap dan jarak gording sesuai dengan tipe produk. Untuk Twin Wall dan Single Wall, kemiringan yang direkomendasikan sekitar 15°, sedangkan tipe genteng membutuhkan kemiringan 30°. Jarak gording maksimal untuk Twin Wall adalah 120 cm, Single Wall 75 cm, dan RF 960 Tile ASA 66 cm.
Jika jarak gording terlalu lebar dan kemiringan tidak sesuai, lakukan penyesuaian pada rangka sebelum pemasangan. Jarak gording yang tidak mengikuti standar membuat lembaran atap tidak mampu menahan beban secara optimal dan berisiko menggugurkan garansi resmi.
Dengan demikian, pemasangan atap UPVC pada bangunan yang memiliki atap lama perlu diawali dengan pembongkaran atap lama dan pemeriksaan rangka. Pastikan konstruksi yang digunakan memenuhi standar DR.SHIELD agar pemasangan sesuai dengan kebutuhan produk.
Baca Juga: Apakah Atap UPVC Bisa Dikombinasikan dengan Jenis Atap Lain? Ini Penjelasannya
Kapan Atap Lama Sebaiknya Dibongkar?
Atap lama sebaiknya dibongkar sebelum pemasangan atap UPVC, terutama saat bangunan akan mengganti sistem penutup atap. Pembongkaran memungkinkan kondisi rangka dan area tumpuan terlihat dengan jelas sehingga bisa diperiksa sebelum menerima atap baru.
Jika rangka lama masih ingin digunakan, lakukan pemeriksaan setelah atap lama dilepas. Pastikan rangka masih kuat, tidak mengalami kerusakan, serta memiliki kemiringan dan jarak gording yang sesuai dengan standar DR.SHIELD. Jika terdapat bagian yang tidak memenuhi standar, lakukan penyesuaian terlebih dahulu sebelum pemasangan atap UPVC.
Atap UPVC tidak direkomendasikan dipasang di atas atap lama karena dapat menimbulkan risiko pada material, rangka, dan struktur bangunan. Sebelum pemasangan, bongkar atap lama terlebih dahulu dan periksa kondisi rangka. Pastikan kemiringan serta jarak gording juga sesuai dengan standar DR.SHIELD agar atap dapat terpasang dengan baik.
Jika Anda sedang merencanakan penggantian atap lama dengan atap UPVC, konsultasikan kebutuhan proyek Anda dengan tim DR.SHIELD untuk mendapatkan informasi mengenai produk dan standar pemasangan yang sesuai.
FAQ
Apakah rangka atap lama bisa digunakan kembali?
Bisa, selama rangka masih dalam kondisi baik dan memenuhi standar instalasi DR.SHIELD. Periksa kekuatan, kondisi material, kemiringan, serta jarak gording sebelum menggunakan rangka lama kembali.
Apa yang harus dilakukan jika rangka lama tidak sesuai standar DR.SHIELD?
Lakukan penyesuaian atau penggantian pada bagian rangka yang tidak memenuhi standar sebelum memasang atap UPVC. Hal ini penting agar kemiringan dan jarak gording sesuai dengan kebutuhan produk.
Mengapa jarak gording perlu mengikuti standar produk?
Jarak gording menentukan jarak tumpuan pada lembaran atap. Jika jaraknya terlalu lebar, lembaran atap dapat menerima beban secara tidak optimal dan kondisi tersebut juga dapat memengaruhi garansi resmi.




