Flashing Genteng: Fungsi dan Cara Pemasangannya

contoh flashing genteng

Kebocoran atap hampir selalu jadi masalah yang muncul di saat yang tidak tepat, biasanya saat musim hujan tiba. Banyak orang langsung mengira sumbernya ada pada genteng yang retak atau kualitas material yang kurang baik. Padahal, tidak sedikit kasus kebocoran yang justru berasal dari area sambungan atap yang tidak terlindungi dengan baik dan di sinilah peran flashing genteng menjadi penting.

Flashing genteng ini keberadaannya cukup krusial dalam menjaga atap tetap rapat dan bebas dari rembesan air. Sayangnya, banyak pemilik rumah baru menyadari fungsinya setelah atap sudah mulai bermasalah.

Artikel ini akan membahas apa itu flashing genteng, fungsinya, hingga cara pemasangan yang benar. Kalau kamu sedang merencanakan pembangunan atau renovasi atap, informasi ini layak untuk disimak sebelum pekerjaan dimulai.

Apa Itu Flashing Genteng?

Flashing genteng adalah lapisan material tipis biasanya berupa lembaran logam atau material sintetis yang dipasang di titik-titik pertemuan atau sambungan pada struktur atap. Titik-titik ini bisa berupa pertemuan antara dua bidang atap, sambungan antara atap dan dinding, atau area di sekitar cerobong, skylight, dan ventilasi.

Secara sederhana, flashing berfungsi sebagai “penghalang” agar air hujan tidak menembus masuk melalui celah yang terbentuk di area sambungan tersebut. Tanpa flashing, air bisa dengan mudah masuk melalui celah-celah kecil yang tidak kasat mata dan meresap ke dalam struktur bangunan.

Fungsi Flashing pada Atap

Fungsi utama flashing memang seputar pengelolaan air, tapi lebih spesifik dari sekadar “mencegah bocor.” Berikut beberapa perannya:

1. Mengarahkan aliran air hujan

Flashing dipasang dengan sudut dan posisi tertentu agar air yang jatuh di area sambungan tidak menggenang, melainkan mengalir ke arah yang benar, menuju talang atau tepi atap.

2. Melindungi sambungan struktural

Area sambungan adalah titik paling rentan pada atap. Flashing membantu melindungi area ini dari paparan air yang terus-menerus, yang kalau dibiarkan bisa merusak material kayu, baja ringan, atau bahan lainnya di bawahnya.

3. Memperpanjang usia atap

Dengan sambungan yang terlindungi dengan baik, potensi kerusakan pada struktur atap pun bisa ditekan. Alhasil, frekuensi perbaikan jadi lebih jarang dan pengeluaran untuk perawatan atap bisa lebih terkontrol.

flashing genteng
Sumber: https://x.com/gravelindonesia

Flashing Genteng: Material yang Umum Digunakan

Pemilihan material flashing biasanya menyesuaikan jenis genteng dan kondisi lingkungan sekitar bangunan. Beberapa material yang umum digunakan antara lain:

1. Seng atau Galvanis

Ini adalah material flashing yang paling banyak dipakai di Indonesia karena harganya terjangkau dan mudah dibentuk. Kelemahannya, seng bisa berkarat seiring waktu jika tidak dilapisi dengan baik, terutama di lingkungan dengan kelembaban tinggi.

2. Aluminium

Lebih tahan terhadap korosi dibanding seng. Aluminium juga lebih ringan dan cukup fleksibel untuk dibentuk mengikuti kontur atap. Cocok untuk atap dengan desain yang lebih kompleks.

3. Material Sintetis atau UPVC

Untuk atap berbahan UPVC atau material sintetis, flashing dari bahan sejenis atau material yang kompatibel lebih dianjurkan. Alasannya, perbedaan material bisa menyebabkan masalah pada titik sambungan, baik karena pemuaian maupun karena reaksi kimia antar material.

Cara Pemasangan Flashing Genteng yang Benar

Pemasangan flashing bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa langkah dan prinsip dasar yang perlu diperhatikan agar hasilnya benar-benar rapat:

1. Persiapan Area

Sebelum flashing dipasang, pastikan area sambungan sudah bersih dari debu, kotoran, atau sisa material lain. Permukaan yang kotor bisa membuat flashing tidak menempel dengan baik dan meninggalkan celah.

2. Pastikan Overlap yang Cukup

Setiap lembar flashing harus saling tumpang tindih (overlap) dengan lembar berikutnya. Untuk valley flashing, overlap minimal sekitar 15 cm. Untuk step flashing, setiap lembar harus menutupi setidaknya separuh dari lembar di bawahnya. Overlap yang kurang adalah salah satu penyebab paling umum flashing gagal berfungsi.

3. Gunakan Sealant yang Tepat

Di beberapa titik, terutama di area yang sulit dijangkau atau memiliki sudut yang tidak rata, penggunaan sealant atau bitumen tape diperlukan sebagai lapisan tambahan. Pilih sealant yang memang diperuntukkan untuk aplikasi atap.

4. Urutan Pemasangan

Flashing sebaiknya dipasang sebelum genteng di area tertentu. Sebagai contoh, pada pemasangan jenis step flashing, setiap lembar flashing disisipkan di antara baris genteng secara bergantian, satu lembar flashing, satu baris genteng, begitu seterusnya hingga area sambungan tertutup seluruhnya. Cara ini memastikan flashing dan genteng saling mengunci satu sama lain, bukan sekadar ditempel di atasnya.

5. Kencangkan dengan Benar

Gunakan sekrup atau paku yang sesuai dengan material flashing. Untuk flashing aluminium atau UPVC, hindari penggunaan baut besi yang bisa menyebabkan karat dan merusak material di sekitarnya.

Kesalahan Umum saat Memasang Flashing

Beberapa kesalahan berikut sering terjadi di lapangan dan bisa jadi sumber masalah dikemudian hari:

1. Tidak menggunakan sealant sama sekali

Beberapa tukang mengandalkan tumpang tindih material saja tanpa sealant. Ini bisa cukup di kondisi tertentu, tapi di area dengan curah hujan tinggi atau angin kencang, sealant tetap diperlukan sebagai lapisan pengaman tambahan.

2. Overlap yang terlalu pendek

Kerap terjadi karena ingin menghemat material. Padahal, overlap yang kurang membuat air bisa masuk melalui celah antar lembaran, terutama saat hujan deras disertai angin.

3. Memasang flashing setelah genteng sudah terpasang semua

Ini membuat pemasangan tidak bisa dilakukan dengan benar dan hasilnya kurang rapi. Flashing idealnya dipasang bersamaan dengan proses pemasangan genteng, bukan sebagai tambahan di akhir.

Sumber: https://blkp.co.id/

Penutup

Flashing genteng memang bukan bagian atap yang langsung terlihat, tapi justru di situlah letak pentingnya, jika sampai terlewat atau dipasang asal-asalan, masalah yang muncul belakangan bisa lebih merepotkan dari yang dibayangkan. Dengan memahami fungsi dan cara pemasangannya, kamu bisa memastikan pekerjaan atap dilakukan dengan lebih teliti baik saat membangun dari awal maupun saat merenovasi.

Memahami detail kecil seperti flashing genteng adalah bagian dari proses membangun atap yang benar-benar siap menghadapi cuaca. Jika Anda sedang mencari atap yang juga minim perawatan dalam jangka panjang, atap UPVC bisa jadi pilihan yang layak dipertimbangkan. DR.SHIELD hadir sebagai salah satu produk atap UPVC yang bisa Anda jadikan referensi. Informasi lengkapnya bisa Anda temukan di WhatsApp resmi DR.SHIELD.

Butuh Bantuan? Chat Kami