Perbedaan Atap UPVC Single Layer dan Double Layer

Perbedaan atap UPVC antara tipe single layer dan double layer sering kali menjadi pertanyaan pertama bagi siapa pun yang mulai melirik material ini sebagai alternatif penutup bangunan. Saat ini, semakin banyak orang yang meninggalkan material lama seperti asbes atau seng karena faktor panas dan kebisingan yang mengganggu. Material UPVC muncul sebagai pilihan baru yang lebih modern, namun di pasar kita akan menemukan dua istilah yang mungkin terdengar membingungkan bagi orang awam: atap satu lapis (single layer) dan atap dua lapis (double layer).

Meskipun keduanya dibuat dari bahan dasar yang sama, cara keduanya dibentuk memberikan dampak yang cukup terasa pada kenyamanan di dalam ruangan. Bagi pemilik rumah atau pengembang bangunan, memahami karakter masing-masing jenis ini bukan hanya soal harga, tetapi soal mencocokkan fungsi bangunan dengan material yang paling mendukung. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa saja yang membedakan keduanya agar Anda tidak salah pilih saat belanja material nanti.

perbedaan atap upvc single layer dan double layer

Perbedaan Atap UPVC: Mengenal Tampilan Fisik Keduanya

Secara kasat mata, jika Anda melihat dari permukaan atas, mungkin tidak ada perbedaan yang mencolok. Namun, cobalah untuk melihat bagian samping atau potongan ujung atapnya. Di sinilah letak perbedaan utamanya.

Atap tipe single layer memiliki bentuk satu lapis padat. Ketebalannya biasanya berkisar di angka 1 hingga 2 milimeter. Bentuknya menyerupai gelombang atap pada umumnya, namun dengan material yang lebih kokoh dibandingkan plastik biasa atau seng. Karena bentuknya yang hanya satu lapis, atap ini cenderung lebih fleksibel dan mudah untuk dipotong-potong sesuai kebutuhan area yang kecil atau melengkung.

Sementara itu, tipe double layer memiliki struktur yang lebih kompleks. Atap ini terdiri dari dua lapis material yang di tengahnya terdapat sekat-sekat kecil. Struktur ini menciptakan ruang kosong di tengahnya, atau yang sering kita sebut sebagai atap berongga. Rongga udara inilah yang menjadi fitur utama tipe double layer dalam memberikan perlindungan lebih bagi bangunan Anda.

Perbedaan Atap UPVC: Mengenal Fitur Rongga Udara

Mungkin Anda bertanya, buat apa ada rongga di dalam atap? Jawabannya ada pada hukum alam: udara adalah salah satu penghambat panas yang baik. Saat sinar matahari terik menghantam atap, panas tersebut tidak langsung merambat ke bagian bawah karena tertahan di dalam rongga tersebut.

Ini adalah poin penting dalam spesifikasi atap terbaru yang sering dicari pemilik hunian. Dengan tipe double layer, suhu di bawah ruangan bisa terasa lebih sejuk tanpa perlu memasang lapisan peredam panas tambahan seperti aluminium foil. Sedangkan pada tipe single layer, perlindungan panasnya tetap ada, namun tidak sekuat tipe yang berongga. Jika bangunan Anda memiliki plafon yang tinggi, tipe single layer mungkin sudah cukup, namun untuk ruangan dengan langit-langit rendah, tipe double layer akan lebih terasa manfaatnya.

Perbedaan Atap UPVC: Urusan Suara Saat Hujan Turun

Pernahkah Anda merasa terganggu saat sedang mengobrol di dalam rumah lalu tiba-tiba hujan turun dan suaranya begitu mengganggu di telinga? Masalah kebisingan adalah alasan utama orang beralih ke material UPVC. Namun, dalam perbedaan atap UPVC ini, kemampuan meredam suara antara kedua tipe tersebut juga berbeda.

Struktur berongga pada tipe double layer berfungsi layaknya dinding kedap suara. Gelombang suara dari rintik hujan akan terpecah saat melewati rongga-rongga udara tersebut sebelum sampai ke dalam telinga Anda. Hasilnya, suasana di dalam rumah tetap tenang dan santai meskipun di luar sedang hujan deras. Tipe single layer juga jauh lebih senyap jika dibandingkan dengan atap logam, karena bahan dasar UPVC ini secara alami sudah meredam suara. namun suara hujan dengan atap single layer masih akan sedikit lebih terdengar dibandingkan tipe yang berongga.

Bangunan Apa yang Cocok untuk Single Layer?

Tipe single layer sering kali menjadi pilihan favorit karena harganya yang lebih ekonomis. Meskipun harganya lebih terjangkau, tampilannya tetap terlihat estetik dan modern. Material ini sangat pas diaplikasikan pada bagian rumah yang tidak membutuhkan peredaman panas atau suara secara maksimal, seperti:

  1. Kanopi Carport:
    Area parkir mobil biasanya terbuka di sisi samping, sehingga sirkulasi udara lancar. Penggunaan tipe single layer sudah sangat memadai di sini.
  2. Teras Belakang:
    Untuk area santai atau tempat mencuci di belakang rumah, tipe ini memberikan perlindungan yang pas dari hujan.
  3. Gudang Kecil:
    Tempat penyimpanan barang yang tidak sensitif terhadap suhu bisa menggunakan tipe ini untuk menghemat biaya pembangunan.
  4. Atap Parkiran: Untuk proyek komersial dengan area yang sangat luas, tipe single layer membantu menekan anggaran tanpa mengorbankan kualitas estetika.

Kapan Anda Harus Memilih Double Layer?

Jika prioritas Anda adalah kenyamanan maksimal di dalam ruangan, maka tipe double layer adalah pilihannya. Struktur atap berongga ini didesain untuk penggunaan pada bangunan yang digunakan untuk aktivitas orang-orang di dalamnya sepanjang hari, seperti:

  1. Rumah Tinggal:
    Khususnya untuk area ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar tidur. Anda akan merasakan perbedaan suhu yang nyata saat siang hari.
  2. Gedung Olahraga (GOR):
    Area luas dengan aktivitas fisik tinggi membutuhkan material yang tidak menyimpan panas dan tidak berisik saat hujan agar pertandingan tidak terganggu.
  3. Ruang Perkantoran:
    Untuk menjaga produktivitas karyawan, suhu ruangan yang stabil dan suasana yang memberikan ketenangan ketika hujan turun sangatlah penting.
  4. Pabrik dan Gudang Besar:
    Banyak industri kini beralih ke tipe ini untuk melindungi stok barang mereka dari panas berlebih sekaligus memberikan lingkungan kerja yang nyaman bagi para staf.
atap lapangan padel playy surabaya

Pertimbangan Budget dan Pemasangan

Dalam memilih jenis atap rumah, faktor biaya tentu tidak bisa diabaikan. Secara umum, tipe double layer memiliki harga per meter yang lebih tinggi karena proses pembuatannya yang lebih kompleks dan penggunaan material yang lebih banyak. Namun, jika Anda menghitung biaya jangka panjang, tipe ini bisa menghemat penggunaan listrik untuk AC karena rumah jadi lebih sejuk.

Dari sisi pemasangan, keduanya sebenarnya sama-sama praktis karena hadir dalam bentuk lembaran yang lebar. Bobot keduanya pun relatif ringan jika dibandingkan dengan genteng tanah liat atau beton. Ini memudahkan tukang untuk memindahkan material ke atas atap tanpa butuh banyak tenaga kerja tambahan. Yang perlu diperhatikan hanyalah teknik pemasangan atap, jarak gording, dan penggunaan baut khusus agar atap tidak melendut dan terjadi kebocoran [Baca panduan pemasangan selengkapnya].

Kesimpulan Perbedaan atap UPVC Single Layer dan Double Layer

Memahami perbedaan atap UPVC antara single layer dan double layer membantu Anda untuk lebih bijak dalam mengeluarkan uang untuk properti. Tidak ada yang lebih buruk daripada membeli material mahal untuk area yang sebenarnya tidak membutuhkannya, atau sebaliknya, memilih yang murah namun ternyata tidak memberikan kenyamanan yang diharapkan.

Baik tipe tunggal maupun ganda, menggunakan material UPVC adalah peningkatan kualitas yang nyata bagi hunian Anda. Rumah jadi terlihat lebih modern, bebas karat, dan tentunya lebih awet untuk jangka waktu yang lama.

Masih bimbang menentukan tipe mana yang paling cocok untuk bangunan Anda? DR.SHIELD menyediakan kedua varian tersebut dengan kualitas material yang terjamin. Anda bisa berkonsultasi dengan tim kami untuk mendapatkan rekomendasi produk yang paling sesuai dengan kebutuhan fungsi dan anggaran bangunan Anda. Hubungi DR.SHIELD sekarang juga untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai pilihan atap terbaik bagi Anda!

Butuh Bantuan? Chat Kami